Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi lintas sektor guna mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan dan anak, termasuk di lingkungan sekolah. Melalui MoA tersebut, kedua pihak sepakat untuk menghadirkan sistem perlindungan yang lebih terstruktur, responsif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjawab tantangan yang ada secara komprehensif.
Dalam sambutannya, Kepala DP3A Kabupaten Dompu menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dinilai sangat penting untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh perlindungan maksimal dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun bentuk diskriminasi lainnya.
Sementara itu, Kepala MAN Dompu H. Hairil Anwar S.pd., menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah progresif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah anak. Sekolah berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai perlindungan anak ke dalam berbagai aspek, mulai dari proses pembelajaran, tata tertib sekolah, hingga program pembinaan karakter siswa. Dan juga merupakan Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Ramah Anak (Fasnas SRA).
MAN Dompu adalah madrasah ramah anak yang telah terstandardisasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Implementasi kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai program konkret. Di antaranya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan anak, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan, pembentukan tim khusus penanganan kasus di lingkungan sekolah, serta penguatan layanan konseling bagi siswa. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menciptakan mekanisme deteksi dini serta penanganan kasus yang cepat dan tepat.
Lebih jauh, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya besar dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Setiap siswa diharapkan dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut, serta merasa dihargai dan dilindungi dalam setiap aktivitasnya.
Ke depan, kerja sama antara DP3A Kabupaten Dompu dan MAN Dompu ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi satuan pendidikan lainnya di wilayah Dompu. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan mental dan sosial yang baik.
Dengan semangat kolaborasi ini, Kabupaten Dompu terus melangkah menuju daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Perlindungan terhadap perempuan dan anak pun ditegaskan sebagai prioritas utama dalam pembangunan, demi menciptakan masa depan yang lebih aman dan berkeadilan bagi semua. (DT - Jun).



