Berada di kawasan Lapangan Desa Pasir Putih, masjid ini menerapkan konsep "Welcome 24 Jam", membuka pintu bagi umat, musafir, ahlu suffah, maupun masyarakat yang membutuhkan tempat singgah dan beristirahat.
Pengurus juga menyediakan dispenser air minum di sejumlah sudut masjid serta berbagai jenis kopi secara gratis. Pelayanan tersebut terbuka bagi siapa saja, baik untuk beribadah maupun sekadar beristirahat.
Tidak hanya itu, Masjid Nurul Iman juga memiliki koperasi masjid yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.
Menariknya, siapa pun boleh berbelanja, termasuk membeli barang dengan harga yang lebih tinggi sebagai bentuk sedekah. Seluruh uang yang terkumpul dari pembelian tersebut akan langsung dimasukkan ke kotak amal masjid.
Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri karena koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk beramal dan ikut mendukung kemakmuran masjid.
Bendahara Masjid Nurul Iman, Nilham, mengatakan konsep tersebut merupakan ikhtiar pengurus menghadirkan masjid yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
> "Masjid Nurul Iman kami persilakan untuk musafir dan masyarakat yang mau minum kopi atau beristirahat. Kami siapkan semuanya. Kami juga memiliki koperasi masjid. Siapa pun yang berbelanja, bahkan jika ingin membayar lebih, seluruh uangnya akan langsung masuk ke kotak amal. Bagi kami, kemaslahatan umat itu yang paling penting," ujar Nilham.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ketika azan berkumandang, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk berbagi, membantu sesama, menerima musafir, menghadirkan rasa nyaman, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk beramal dengan cara yang sederhana.
Dikelola dengan Semangat Kebersamaan
Masjid Nurul Iman dikelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang dipimpin Muhammad Syafi'in sebagai Ketua, Muhammad Zulfaini sebagai Sekretaris, dan Nilham sebagai Bendahara. Sementara Al-Ustaz Ahmadi Mahmudi dipercaya sebagai Imam Masjid Nurul Iman.
Dengan adanya layanan masjid 24 jam, kopi dan air minum gratis, serta koperasi berbasis amal, Masjid Nurul Iman berupaya menjadi pusat pelayanan umat yang hidup, terbuka, dan bermanfaat bagi semua kalangan.
Konsep pelayanan tersebut diharapkan terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi masjid lainnya dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan umat.
Secangkir kopi, air minum, dan kesempatan berbelanja sambil bersedekah mungkin terlihat sederhana. Namun, di baliknya terdapat pesan tentang kepedulian, keramahan, kemandirian, dan semangat berbagi.
Dari Desa Pasir Putih, Masjid Nurul Iman menghadirkan pesan sederhana: masjid adalah rumah umat.
Semakin terbuka pintunya, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. ( DT - Agus).


