Aksi pemblokiran terjadi di jalur negara dan jalur daerah yang menjadi akses utama transportasi menuju berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat. Puluhan kendaraan, termasuk bus malam antar kota dan antar provinsi, terpaksa tertahan akibat blokade yang dilakukan massa. Ban bekas dibakar di badan jalan sebagai simbol protes dan bentuk kekecewaan yang mendalam.
Masyarakat menegaskan bahwa kemarahan mereka bukan tanpa alasan. Unggahan akun Facebook "Idhar" disebut-sebut telah melontarkan kata-kata yang menyinggung harga diri, suku, dan martabat masyarakat Dompu. Pernyataan tersebut dianggap tidak pantas dan memicu luka kolektif di tengah masyarakat.
"Kami tidak bisa menerima penghinaan terhadap suku dan daerah kami. Ini bukan persoalan pribadi, ini menyangkut harga diri seluruh masyarakat Dompu," ujar salah satu perwakilan massa aksi di lokasi pemblokiran.
Warga menuntut aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap pemilik akun tersebut. Mereka meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan cepat untuk meredam situasi yang semakin memanas. Massa aksi bahkan menyatakan tidak akan membuka blokade jalan sebelum ada kepastian bahwa kasus tersebut ditangani secara serius oleh pihak berwenang.
Aparat keamanan dari Polres Dompu dan Kodim 1614/Dompu terlihat siaga di lokasi guna menjaga situasi tetap kondusif. Pendekatan persuasif dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan maupun tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat luas.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah Dompu. Aksi pemblokiran jalan negara tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan lintas daerah.
Masyarakat berharap kasus ini segera menemukan titik terang. Mereka menegaskan bahwa kebebasan berpendapat di media sosial harus tetap menjunjung tinggi etika dan tidak boleh mengarah pada penghinaan yang berpotensi memecah belah persatuan. Hingga situasi benar-benar kondusif, aparat keamanan terus melakukan penjagaan dan mediasi dengan para tokoh masyarakat setempat. (DT - 001).


