Pembukaan TMMD berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan. Program ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan sasaran utama di Desa Kampasi Meci, Desa Nusa Jaya, dan Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa.
Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara Kapten Kav. M. Kasim, yang menjabat sebagai Danramil Manggelewa sekaligus Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Korem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Dompu, Ketua dan Pengurus MUI Kabupaten Dompu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Baznas Kabupaten Dompu, pimpinan BUMN dan BUMD, Senkom Mitra Polri, hingga para tokoh masyarakat.
Peserta upacara terdiri atas satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI, satu SST personel Polres Dompu, serta unsur Dinas Perhubungan, Satpol PP, Senkom Mitra Polri, Pramuka, dan pelajar yang menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung suksesnya program nasional tersebut.
Dalam laporannya, Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 yang juga Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD melibatkan sekitar 150 personel yang terdiri atas tiga SST TNI, satu SST dari Pemerintah Daerah, tim teknis gabungan, tim penyuluh lintas instansi, serta partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Berbagai sasaran fisik akan diwujudkan selama pelaksanaan TMMD, di antaranya rehabilitasi musala, pembangunan fasilitas mandi cuci kakus (MCK), renovasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan tiga unit sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, TMMD Reguler ke-129 juga menghadirkan beragam program pemberdayaan masyarakat melalui sasaran nonfisik. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penyuluhan pertanian, edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba, pelayanan administrasi kependudukan keliling, penyuluhan lingkungan hidup, pelayanan kesehatan, pencegahan stunting, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), pelayanan keluarga berencana, hingga pengobatan gratis bagi masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, rangkaian TMMD juga diisi dengan aksi sosial berupa pembersihan aliran sungai di Kelurahan Bali Satu serta penanaman 800 pohon kemiri di Desa Banggo sebagai upaya rehabilitasi lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem di wilayah tersebut.
Dalam amanatnya, Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu program strategis nasional yang mampu menghadirkan percepatan pembangunan secara nyata di pedesaan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas sumber daya manusia, tumbuhnya semangat gotong royong, serta semakin kuatnya rasa persatuan dan cinta tanah air di tengah masyarakat.
"Karena harapan Bapak Presiden, pembangunan harus dimulai dari desa," tegas Bambang Firdaus.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1614/Dompu, atas konsistensi melaksanakan TMMD sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif sehingga seluruh target pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas.
"Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan modal utama dalam mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TMMD menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia," ujarnya.
Usai pelaksanaan upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar seluruh rangkaian TMMD berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat. Berbagai kegiatan bakti sosial turut digelar, mulai dari bazar murah, penyaluran bantuan sembako kepada warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis, hingga sunatan massal yang didukung Baznas Kabupaten Dompu bersama tenaga kesehatan.
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Dompu menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik yang dapat langsung dirasakan masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan kualitas hidup warga desa, serta menjadi motor penggerak terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera menuju Indonesia yang semakin kuat dari pinggiran. (DT - Jun).


