Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (5/7/2026) pukul 20.00 WITA, bertempat di kediaman Mujahidin, Dusun Pasir Putih Utara, RT 02 RW 01, Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), serta masyarakat ini bertujuan memperkuat persaudaraan, melestarikan tradisi leluhur, dan menanamkan nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kecamatan Maluk, H. Jon Raid, mengatakan bahwa tradisi Nasi Sura merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dan harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, momentum Muharram menjadi kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat persatuan masyarakat melalui nilai-nilai adat dan keagamaan.
"Tradisi Nasi Sura bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal dan menjaga budaya yang menjadi identitas masyarakat Maluk," ujar H. Jon Raid.
Sementara itu, Camat Maluk menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi merupakan modal penting untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan daerah.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Maluk, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Semoga peringatan Bulan Muharram ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di Kecamatan Maluk," ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Maluk, Baharuddin, SE, berharap keberadaan organisasi adat dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat melalui pendekatan musyawarah dan kearifan lokal.
"Dengan adanya organisasi adat di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya Kecamatan Maluk, kami berharap apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat, penyelesaiannya dapat lebih dahulu ditempuh melalui musyawarah bersama para ketua adat di masing-masing wilayah. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan Kecamatan Maluk yang aman, kondusif, harmonis, serta senantiasa menjaga situasi kamtibmas," ujar Baharuddin.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperingati datangnya Bulan Muharram, tetapi juga memperkokoh nilai persatuan, gotong royong, dan toleransi yang menjadi bagian dari karakter bangsa.
Tradisi Nasi Sura diharapkan terus menjadi warisan budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendukung terciptanya kehidupan yang damai, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta kearifan lokal. (DT - Agus).


