Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Pemerintah Desa Pasir Putih bersama Pokdarwis Lestari dan Dr. Ali Praja selaku penggagas kegiatan mulai menerapkan konsep Car Free Day (CFD) di kawasan Pantai Maluk.
Program tersebut menjadi langkah nyata untuk menghadirkan ruang publik yang lebih sehat, nyaman, bersih dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan. Car Free Day tidak hanya dimaknai sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor, tetapi juga sebagai gerakan untuk membangun kebiasaan masyarakat agar lebih aktif bergerak, berjalan kaki dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam penerapannya, setiap pengunjung yang datang melalui pintu masuk Maluk menuju kawasan Pantai Pasir Putih diarahkan untuk memarkir kendaraan di lapangan yang telah disiapkan.
Setelah kendaraan diparkir dengan tertib, pengunjung kemudian diarahkan berjalan kaki menuju kawasan pantai. Konsep tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan CFD, yakni mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan untuk sementara dan menggantinya dengan aktivitas berjalan kaki.
Langkah sederhana tersebut membuat suasana menuju kawasan Pantai Pasir Putih menjadi lebih nyaman. Anak-anak, keluarga, generasi muda hingga orang dewasa dapat menikmati perjalanan menuju pantai sembari melakukan aktivitas fisik ringan.
Setelah berjalan kaki menyusuri kawasan pantai hingga di depan hotel, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama.
Masyarakat dan wisatawan terlihat mengikuti aktivitas olahraga sembari menikmati suasana pagi dan panorama Pantai Maluk.
Tidak berhenti pada senam, rangkaian kegiatan juga diramaikan dengan berbagai permainan masyarakat, salah satunya lomba lari karung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan olahraga dengan suasana yang santai, menyenangkan dan dapat melibatkan berbagai kalangan.
Ketua Pokdarwis Pantai Maluk menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan Car Free Day lebih diarahkan untuk menumbuhkan dan membudayakan pola hidup sehat di tengah masyarakat.
"Kita lebih menitikberatkan pada budaya hidup sehat. Jadi masyarakat tidak hanya datang menikmati pantai, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa mengajak masyarakat untuk aktif bergerak dan berolahraga," ujarnya.
Di balik gagasan tersebut, terdapat pula kepedulian terhadap kebersihan kawasan Pantai Maluk. Dr. Ali Praja menjelaskan, salah satu latar belakang dirinya terdorong untuk ikut mengembangkan kegiatan di kawasan tersebut adalah adanya sejumlah relawan yang selama ini secara sukarela menjaga kebersihan pantai.
Ia menyebut dua relawan, yakni Bu Nurul dan Bu Dewi, yang secara rutin membersihkan sampah di Pantai Maluk. Bahkan, kepedulian tersebut dilakukan dengan pengorbanan pribadi, termasuk menggunakan uang sendiri untuk membayar tenaga yang membantu membersihkan sampah pantai setiap hari.
"Saya ingin kebersihan Pantai Maluk supaya tetap terjaga." kata Dr. Ali Praja saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (16/8/2026).
Kepedulian para relawan tersebut kemudian menggugah Dr. Ali Praja untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan semangat tersebut.
"Sehingga saya tergugah untuk berbuat apa pun agar teman-teman ini tetap istiqomah," ujarnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam mendorong kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada olahraga dan rekreasi, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui konsep tersebut, aktivitas berjalan kaki, senam, permainan masyarakat dan kepedulian terhadap kebersihan diharapkan dapat menjadi satu gerakan bersama. Pantai tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati panorama, tetapi juga ruang publik yang sehat, bersih dan nyaman.
Selain aspek kesehatan dan kebersihan, penerapan Car Free Day juga memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Sepanjang kawasan pantai tersedia berbagai minuman penyegar, makanan dan kuliner yang dapat dinikmati pengunjung.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas warga dan wisatawan di kawasan Pantai Maluk.
Bagi Pemerintah Desa Pasir Putih melalui BUMDes, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata yang memberikan manfaat secara lebih luas. Tidak hanya menciptakan ruang untuk berolahraga, tetapi juga menjadi tempat masyarakat berkumpul, menikmati wisata, mendukung pelaku usaha lokal dan menggerakkan perekonomian desa.z
Konsep Car Free Day tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Pantai Maluk tidak hanya dikenal karena keindahan pasir putih dan panorama lautnya, tetapi juga sebagai kawasan wisata yang mengedepankan kesehatan, kebersihan, kenyamanan, kebersamaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kendaraan berhenti di pintu masuk, langkah kaki bergerak menuju pantai. Dari langkah sederhana itu, budaya hidup sehat mulai dibangun, sementara kepedulian terhadap kebersihan dan aktivitas masyarakat ikut menggerakkan roda ekonomi lokal.
Car Free Day Pantai Maluk pada 16 Agustus 2026 menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru. Berjalan kaki, senam bersama, lomba lari karung, menjaga kebersihan, menikmati keindahan pantai hingga mencicipi kuliner lokal menjadi satu rangkaian yang mempertemukan kesehatan, lingkungan, pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Dari Pantai Maluk, langkah sederhana itu diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama. berjalan untuk sehat, menjaga pantai tetap bersih, berolahraga dengan gembira, menikmati keindahan alam dan menggerakkan ekonomi masyarakat. (DT - Agus)


