Peristiwa tersebut mengakibatkan lebih dari 20 unit rumah warga hangus terbakar. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan sebagian besar harta benda mereka.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sedikitnya 28 warga terdampak dalam kejadian ini, di antaranya Asistari, Hamzah Tifa, Hamzah Naf, Haji M. Nur, Hasbullah, Ahmad Seleha, Haji Dar Ahmad, Tabrin, Masrikuling, Adi Rahma, Hamid, M. Saen, Hadijah A. Rahman, Ahmad Asan, Nurhayati Remo, Samsul Rahma, M. Ali Saleha, Salma, Hendro, Doari Adam, Ardes, M. Saleh Taram, Junaidi, Iyah Haji Safar, Sakariah Haji M. Son, Atil, Ismail, dan Hasan Esah.
Informasi awal dari masyarakat menyebutkan bahwa titik api pertama kali muncul dari rumah Haji M. Nur. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang belum padam atau obat nyamuk yang masih menyala.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dibantu warga setempat. Meski api berhasil dikendalikan, proses pemadaman diwarnai kabar duka.
Seorang anggota pemadam kebakaran bernama Solikin dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas. Korban diduga tersengat aliran listrik saat berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.
Di tengah duka yang mendalam, solidaritas masyarakat terus mengalir. Organisasi Ikatan Bima Dompu (IKBD), KNPI, dan KKSS saat ini menggelar aksi penggalangan dana di depan Masjid Raya Maluk guna membantu para korban kebakaran di Kecamatan Alas.
Saat dikonfirmasi oleh awak media DorobataNews.net melalui WhatsApp, Ketua IKBD, Bapak Makmun, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah.
"Kami dari IKBD bersama KNPI dan KKSS bergerak cepat melakukan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas. Ini adalah panggilan kemanusiaan, dan kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu meringankan beban saudara kita di Alas," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang terkumpul nantinya akan segera disalurkan kepada para korban terdampak kebakaran.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan kerugian material yang besar, tetapi juga duka mendalam atas gugurnya seorang petugas yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan serta penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran.
DorobataNews.net akan terus menghadirkan informasi terbaru dan terpercaya seputar perkembangan peristiwa ini. (DT - Agus).


