• Jelajahi

    Copyright © Media Online Dorobata News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sumbawa Barat Jadi Magnet Edukasi Global, Pelajar Amerika Belajar Pertanian Organik SRI

    Dorobata News
    Jumat, 27 Maret 2026, Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T00:19:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Sumbawa Barat,Doro batanews.net,–Kunjungan siswa-siswi dari SMA Harvard Westlake Amerika, ke kawasan pertanian organik di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, berlangsung dalam agenda study tour pada Jum'at 27 Maret 2026 pukul 15.00.


    Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar dalam memahami sistem pertanian organik, khususnya budidaya padi berbasis Organik SRI (System of Rice Intensification).

    Study tour ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan Indonesia ke dunia internasional, sekaligus menumbuhkan ketertarikan generasi muda global terhadap sistem pangan yang sehat dan ramah lingkungan.


    Ketua Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk, Hamzah Hasan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pelajar Amerika di wilayah Maluk.

    “Selamat datang di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata tentang pentingnya pengembangan pertanian organik sebagai bagian dari menjaga kelestarian lingkungan dan sebagai sumber pangan sehat,” ujarnya.


    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa saat ini konsumsi pangan masyarakat secara umum masih didominasi oleh produk yang kurang sehat, hasil rekayasa genetika, serta sistem konvensional yang belum sepenuhnya memperhatikan dampak terhadap ekosistem.

    “Pertanian organik menjadi salah satu solusi untuk menjaga keseimbangan alam. Meskipun saat ini masih dalam skala pengembangan di Kecamatan Maluk, namun ini merupakan langkah awal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas, khususnya petani padi,” tambahnya.


    Rangkaian kegiatan study tour diawali dengan kunjungan ke rumah kompos di Desa Benete. Di lokasi ini, para pelajar mendapatkan pemaparan terkait proses pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) serta teknik pengolahan kompos yang disampaikan oleh tim Social Impact dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara.


    Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke area persawahan untuk melihat secara langsung praktik pertanian organik yang dilakukan tanpa penggunaan bahan kimia, sekaligus memahami konsep dan prinsip dasar pertanian berkelanjutan yang diterapkan di wilayah tersebut.


    Para peserta study tour mengaku puas setelah membandingkan bulir padi hasil pertanian konvensional dengan bulir padi organik, termasuk dari segi bentuk, kualitas, hingga cita rasa yang dihasilkan.


    Program ini merupakan bagian dari implementasi Pelatihan Pengelolaan Ekosistem Pertanian Sehat Ramah Lingkungan (PSRLB) yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 12–16 September 2025 di Desa Maluk, dengan melibatkan 42 peserta dari Desa Benete dan Desa Maluk, hasil kolaborasi antara Aliksa Organik dan program Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara.


    Sistem Pertanian Organik sangat menarik minat berbagai kalangan, sehingga kerap kali dikunjungi oleh beberapa pemerhati dari luar negeri. Pada tanggal 31 Oktober 2025 dikunjungi oleh Mr. David dari Stanford University Amerika dan pada tanggal 6 Desember 2025 dikunjungi oleh salah satu NGO dari Kenya Mr. Afshin Ghassmi.


    Kegiatan study tour ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Selain itu, kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan potensi lokal Sumbawa Barat sebagai pusat edukasi pertanian organik berbasis komunitas di tingkat global. (DT - Agus)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini