Kegiatan yang diikuti oleh TP PKK dan Karang Taruna dari lima desa se-Kecamatan Maluk ini dibuka secara resmi oleh Camat Maluk, Muliadi, S.P., serta dihadiri oleh Kepala Desa se-Kecamatan Maluk, manajemen PT AMMAN, pegiat lingkungan, tokoh pertanian organik dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Perwakilan Manajemen PT AMMAN, L. Nofa Setiawan Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang baik di tengah masyarakat. Melalui lokakarya ini, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, tetapi juga langsung mengikuti praktik pembuatan kompos sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Camat Maluk, Muliadi, S.P., mengapresiasi konsistensi PT AMMAN dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program-program yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ia berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, Karang Taruna, PKK dan komunitas lingkungan terus diperkuat sehingga mampu menciptakan tata kelola persampahan yang lebih baik di Kecamatan Maluk.
Materi pelatihan disampaikan oleh tim Environment Department PT AMMAN yang dipaparkan oleh Daniel Mahendra. Pemateri lain dari Tim Maluk Ecopiles : Heri Pranata, Rezha Alfiansyah, dan Dzulfikar Al-Qadri. Sedangkan pemateri kategori sampah anorganic disampaikan oleh Lotus Method Kertasari : Bella & Anggi. Pelatihan berlangsung interaktif dengan fokus pada pengelolaan sampah rumah tangga, teknik pemilahan, serta pembuatan kompos yang dapat diterapkan langsung oleh peserta lokakarya.
Pegiat dan Pemerhati Lingkungan Kecamatan Maluk, Idris Sahidu Salam, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT AMMAN, khususnya Departemen Environment, yang dinilai konsisten menghadirkan program edukasi lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurut Idris, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampahnya sendiri secara benar. Oleh karena itu, kehadiran program yang difasilitasi PT AMMAN menjadi langkah strategis dalam membangun perubahan pola pikir masyarakat menuju budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.
"Program yang digagas oleh Departemen Environment PT AMMAN ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi sosial yang sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Edukasi, pendampingan, hingga praktik langsung pengelolaan sampah yang diberikan akan menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Kami berharap program seperti ini terus berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan dan generasi mendatang," ujar Idris Sahidu Salam.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Kecamatan Maluk yang selama ini aktif menjadi motor penggerak berbagai aksi lingkungan, termasuk kegiatan bersih pantai secara rutin melalui komunitas Maluk Runner Club. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan generasi muda menjadi fondasi penting dalam menciptakan Kecamatan Maluk yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Senada dengan Idris Sahidu Salam, Hamzah Hasan selaku Ketua Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi terhadap kepekaan dan kepedulian Environment Department PT. AMMAN yang menurutnya sangat selaras dengan tata cara pertanian organik yang digelutinya selama ini.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lokakarya Lingkungan ini adalah bentuk sederhana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap limbah dan sampah yang dihasilkan sendiri."
Kegiatan Lokakarya Lingkungan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme. (DT - Agus).



