Prosesi dimulai dari kediaman Ketua Adat, H. M. Jhon Rayes, menuju Masjid Nurul Islam. Rombongan membawa berbagai perlengkapan adat Maulid, makanan, serta jajanan sebagai bagian dari tradisi dan wujud kebersamaan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Keterlibatan LATS, KKSS, dan Ikatan Keluarga Batak menjadi gambaran bahwa keberagaman suku dan budaya dapat bersatu dalam semangat persaudaraan.
Sekretaris Adat LATS- Mujahidin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rangkaian peringatan Maulid, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga tradisi, memperkuat silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
Menurutnya, Adat Tanah Samawa merupakan bagian dari jati diri dan marwah masyarakat, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan diwariskan. Nilai kebersamaan, gotong royong, saling menghormati, dan persaudaraan menjadi bagian penting yang harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi kita untuk menjaga adat sekaligus mempererat silaturahmi.
Harapan kami, generasi muda terus mengenal, mencintai, dan melestarikan adat sebagai bagian dari jati diri masyarakat Tanah Samawa,” ujar Sekretaris Adat LATS.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan KKSS dan Ikatan Keluarga Batak dalam prosesi tersebut.
Menurutnya, kebersamaan lintas suku merupakan kekuatan yang harus terus dipelihara sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang harmonis.
Iring-iringan kemudian tiba di Masjid Nurul Islam dengan membawa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi.
Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus merawat warisan budaya, sehingga adat dan nilai keagamaan dapat terus berjalan beriringan.
Bagi LATS, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga marwah Adat Tanah Samawa, sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. (DT - Agus


