Menurut H. A. Haris, Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam membela agama serta mempertahankan tanah air. Semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi santri masa kini melalui pendidikan, keteladanan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Santri masa kini harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mari kobarkan semangat belajar, berjuang, dan mengabdi demi agama, bangsa, dan negara,” demikian pesan H. A. Haris dalam momentum Hari Santri Nasional 2026.
Ia juga mengajak para santri untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, sopan santun, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan. Santri diharapkan tidak hanya mampu memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, keterampilan, dan kepedulian sosial untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan.
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Melalui pendidikan yang menyeimbangkan ilmu, iman, dan akhlak, santri diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang damai, berdaya saing, dan bermartabat.
Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Hikmah Bima, momentum ini juga menjadi dorongan untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian dan melahirkan generasi yang mampu menjaga nilai-nilai agama sekaligus berperan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Jihad Santri, Jayakan Negeri!”
Semangat tersebut menjadi pesan utama Hari Santri Nasional 2026: melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, memperkuat persatuan, menjaga akhlak, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. ( DT - Agus).


