Monitoring tersebut dilaksanakan oleh Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dikpora Kabupaten Dompu, Muhammad Sadik, S.Pd., bersama staf, sebagai upaya memastikan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan berjalan tertib, aman, lancar, dan sesuai dengan ketentuan serta standar pelayanan pendidikan yang diharapkan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung di masing-masing satuan pendidikan. Melalui monitoring, Dinas Dikpora ingin memastikan kesiapan lembaga, proses pembelajaran, serta pelayanan kepada peserta didik berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Sadik menegaskan pentingnya komitmen setiap satuan pendidikan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, sekaligus mendukung upaya pemerintah menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya di wilayah Kabupaten Dompu.
Menurutnya, PKBM memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang belum memperoleh kesempatan menempuh pendidikan formal. Karena itu, penyelenggara pendidikan nonformal diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tanggung jawab kelembagaan, serta memastikan peserta didik mendapatkan hak pendidikan secara layak.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung program pemerintah pusat maupun daerah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Monitoring Berkelanjutan untuk Memperkuat Kepercayaan Publik
Muhammad Sadik menyampaikan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Dinas Dikpora Kabupaten Dompu. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat pembinaan, evaluasi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan nonformal.
Melalui pengawasan yang terarah, keberadaan PKBM diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan jalur pendidikan alternatif melalui program kesetaraan.
Monitoring juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara nyata, tertib administrasi, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan nonformal dapat terus tumbuh.
Dinas Dikpora Kabupaten Dompu turut menyampaikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang konsisten menjalankan berbagai program layanan, mulai dari pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, hingga kursus dan pelatihan keterampilan.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan agar seluruh penyelenggara pendidikan terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan demi memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.
"Semoga seluruh upaya yang kita lakukan dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas, serta menjadi amal ibadah bagi kita semua", demikian pesan Muhammad Sadik.
Melalui monitoring dan pembinaan yang berkesinambungan, Dikpora Kabupaten Dompu menegaskan komitmennya untuk mendorong pendidikan nonformal yang berkualitas, bertanggung jawab, dan inklusif, sekaligus mendukung percepatan penuntasan ATS demi terwujudnya masyarakat Dompu yang lebih maju, berdaya saing, dan berpendidikan. (DT - Jun).


