• Jelajahi

    Copyright © Media Online Dorobata News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Warga Pertanyakan Transportasi PT Sumbawa Timur Mining, Unggahan Bukhari Soroti Tahapan Proyek Geotermal

    Dorobata News
    Minggu, 16 November 2025, November 16, 2025 WIB Last Updated 2025-11-16T08:18:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Dompu, Dorobatanews.net ~ 
    Sebuah unggahan di akun Facebook milik Bukhari kembali memicu diskusi hangat terkait aktivitas panas bumi yang dikaitkan dengan PT Sumbawa Timur Mining (PT STM) dan anak perusahaannya, PT Sumbawa Timur Geothermal (STG). Dalam unggahan tersebut, Bukhari menyampaikan kritik serta pertanyaan publik mengenai transparansi proses dan tahapan kegiatan geothermal yang diduga tengah berlangsung di wilayah lingkar proyek perusahaan. (16/11).


    Dalam tulisannya, Bukhari menjelaskan kembali konsep dasar geothermal sebagai energi panas bumi yang diolah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Ia turut menguraikan proses panjang yang lazimnya dilalui sebelum sebuah proyek panas bumi masuk ke tahap konstruksi, mulai dari pengintaian permukaan, survei bawah permukaan, pengeboran eksplorasi, studi kelayakan, hingga pembangunan fasilitas pembangkit.


    Menurut Bukhari, tahapan-tahapan tersebut merupakan standar yang memastikan bahwa eksploitasi panas bumi dilakukan dengan aman, transparan, dan melibatkan masyarakat sekitar. Ia juga menyoroti bahwa Indonesia memiliki berbagai jenis energi terbarukan lain seperti PLTS, PLTA, dan pembangkit tenaga arus laut yang dinilai ramah lingkungan serta minim dampak ekologis.


    Namun, dalam analisis yang ia paparkan, Bukhari mengklaim bahwa aktivitas terbaru PT STM dan PT STG di lapangan menunjukkan dugaan telah masuknya perusahaan ke tahap pematangan konstruksi fasilitas seperti dudukan turbin, generator, dan sistem pengeboran panas bumi. Dugaan inilah yang kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan dari dirinya maupun masyarakat yang ia sebut berada di "lingkar tambang".


    Bukhari mempertanyakan apakah proses sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan. Ia juga menyinggung kegelisahan sebagian warga mengenai minimnya informasi yang mereka terima terkait perkembangan proyek.


    "Yang menjadi pertanyaan hari ini, apakah tahapan sosialisasi AMDAL sudah dilakukan? Apa masyarakat lingkar tambang tidak perlu tahu?" tulisnya dalam unggahan tersebut.


    Ia juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemungkinan bahwa masyarakat maupun pemerintah daerah tidak dilibatkan secara optimal dalam tahapan perencanaan proyek. Bukhari menegaskan bahwa kejelasan status proyek sangat penting, apakah benar-benar diarahkan untuk pengembangan energi panas bumi, atau sebatas rangkaian studi tanpa tujuan yang dipertegas kepada publik.


    Unggahan tersebut ditutup dengan sebuah pertanyaan retoris yang diberi tagar GEOTHERMAL UNTUK SIAPA, menggambarkan kritik yang lebih luas terhadap arah dan manfaat proyek energi panas bumi di wilayah tersebut.


    Hingga berita ini diturunkan, pihak PT STM maupun PT STG belum memberikan pernyataan resmi atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari unggahan tersebut. Publik diharapkan mendapatkan klarifikasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi terkait proyek yang dianggap strategis bagi kebutuhan energi dan lingkungan. (DT - 001).



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini