Aksi penggalangan dana berlangsung di sejumlah titik pusat aktivitas masyarakat, di antaranya sekitar SPBU, depan Terminal Maluk, depan Telkom, depan Bank NTB, serta kawasan perempatan Masjid Kecamatan Maluk.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kesediaan warga menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Pengendara, pelaku usaha, pekerja, hingga masyarakat umum turut memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
Gerakan kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai organisasi dan elemen masyarakat di wilayah Maluk. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mengajak masyarakat bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana.
Hingga sore hari, total dana yang berhasil dihimpun dari seluruh titik penggalangan mencapai Rp11.280.000. Jumlah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Maluk yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana.
Ketua POKDARWIS Kecamatan Maluk, Pak Owet, saat diwawancarai melalui sambungan telepon menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa di wilayah Maumere timur.
“Kondisi saudara kita di Timur sangat memprihatinkan. Karena itu, kita harus mengulurkan tangan. Salah satunya dengan turun ke lapangan melakukan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita kepada mereka,” ujar Pak Owet.
Ia menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan penggalangan dana yang dilakukan masyarakat Maluk dan berharap gerakan tersebut dapat berjalan lancar serta mendapat partisipasi luas dari masyarakat.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Semoga penggalangan dana ini berjalan lancar dan apa yang kita kumpulkan nantinya dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Pak Owet juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat bergabung langsung dalam kegiatan penggalangan dana pada hari tersebut karena sedang menjalankan tugas sebagai panitia hajatan.
Bagi masyarakat Maluk, kepedulian terhadap korban bencana bukanlah hal baru. Semangat gotong royong dan rasa persaudaraan menjadi kekuatan masyarakat untuk ikut membantu ketika saudara di daerah lain menghadapi musibah.
Penggalangan dana ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan secara materi, tetapi juga menjadi pesan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak sendirian. Ada doa, kepedulian, dan solidaritas dari masyarakat Maluk yang turut menyertai perjuangan mereka untuk bangkit kembali.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dan berbagai organisasi di Kecamatan Maluk menjadi gambaran bahwa nilai kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. (DT Agus).


