Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Aliksa Organic SRI Consultant Jawa Barat, didukung oleh Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk serta melibatkan kelompok tani setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Camat dan Sekcam Maluk, PPL, Danramil Sekongkang–Maluk, Kapolsek Maluk, tiga Kepala Desa se-Kecamatan Maluk, manajemen PT AMNT Divisi Social Impact & External Relations, serta para petani Desa Maluk dan Desa Benete.
Tanam perdana dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Bertempat di lahan persawahan Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
Program ini digelar untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga kesehatan tanah, air, dan ekosistem pertanian. Selain itu, penerapan sistem SRI Organik diyakini mampu memperkuat struktur nafkah rumah tangga petani dan menghasilkan pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ketua Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk, Hamzah Hasan, berharap petani dapat “tertular” semangat perubahan dari pertanian konvensional menuju pertanian organik yang ramah lingkungan demi kelestarian ekosistem dan rantai makanan bagi generasi mendatang.
Melalui penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik, petani didampingi langsung oleh tenaga konsultan dan pendamping lapangan.
Sistem ini mengedepankan efisiensi dan kemandirian, di antaranya:
Beras organik lebih sehat, bebas residu kimia dan bercita rasa unggul;
Peningkatan hasil panen hingga dua kali lipat atau lebih dibanding sistem konvensional;
Efisiensi bibit hingga 96,5 persen, dari sekitar 100 kg per hektare menjadi hanya 3,5 kg;
Kemandirian sarana produksi, dengan pembuatan pupuk kompos dan cairan MOL (Mikroorganisme Lokal) secara mandiri oleh petani, sehingga biaya produksi dapat ditekan.
Melalui tanam perdana ini, Kecamatan Maluk diharapkan menjadi lokomotif pengembangan pertanian organik di Kabupaten Sumbawa Barat serta contoh transformasi pertanian menuju sistem yang sehat, produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (DT - Agus).


