Selama kurang lebih 34 tahun, Julkarnain telah mengabdikan diri dengan penuh ketulusan di SMKN 1 Dompu, Kabupaten Dompu. Meski hanya berstatus penjaga sekolah, dedikasi dan loyalitasnya tidak pernah surut. Ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, ramah, taat aturan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekolah. Tak heran, sosoknya begitu dikenal dan dihormati oleh guru, pegawai tata usaha, hingga para alumni SMKN 1 Dompu.
Kelulusan Julkarnain sebagai PPPK Paruh Waktu menjadi momen penuh makna, terlebih karena ia telah berada di usia yang tidak muda lagi dan hanya tinggal beberapa waktu menjelang masa pensiun. Bersama sejumlah guru, tenaga tata usaha, dan penjaga sekolah se - Provinsi NTB yang tergolong telah lama mengabdi, Julkarnain menjadi simbol keteguhan dan kesabaran dalam menjalani tugas negara.
Tangis haru tak terbendung saat namanya dipanggil sebagai salah satu penerima SK PPPK Paruh Waktu. Rasa syukur mendalam dipanjatkannya kepada Allah SWT atas rezeki yang datang di waktu yang tak disangka - sangka. Baginya, ini bukan sekadar status kepegawaian, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang yang selama ini dijalani dengan ikhlas.
Kebahagiaan tersebut kian sempurna ketika Julkarnain juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Kesempatan itu disebut sebagai hadiah penuh berkah yang diberikan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri (Dinda). Bagi Julkarnain, panggilan untuk mengunjungi Baitullah merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT setelah puluhan tahun mengabdi.
"Rasa syukur yang tak terhingga saya panjatkan kepada Allah SWT, serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Ini adalah anugerah yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, baik untuk saya maupun keluarga," ungkapnya dengan suara bergetar.
Ia berharap, segala kebijakan dan perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga non - ASN dan PPPK dapat menjadi amal ibadah tertinggi di sisi Allah SWT. Kisah Julkarnain menjadi bukti bahwa pengabdian yang tulus, meski dilakukan dalam senyap, pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju penghargaan yang bermakna. (DT - Jun).


