Patroli ini dilakukan secara humanis dengan melibatkan satu unit operasional Satpol PP sebagai pengawalan. Petugas mendapati beberapa anak sekolah yang masih mengenakan seragam namun tidak berada di lingkungan sekolah. Anak-anak tersebut kemudian diarahkan ke Kantor Satpol PP Kabupaten Dompu untuk diberikan pembinaan dan arahan secara persuasif.
Di kantor Satpol PP, anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah serta dampak negatif dari kebiasaan bolos sekolah. Selain itu, dilakukan pula pernyataan bersama agar tidak mengulangi perbuatan serupa dan berkomitmen untuk kembali mengikuti kegiatan belajar secara disiplin.
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dompu, Miftahul Suadah, menegaskan bahwa kegiatan patroli ini bukan bertujuan untuk menghukum anak-anak, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda.
"Patroli ini bukan untuk menghukum, tetapi untuk mengingatkan, menjaga, dan memastikan anak-anak kita tidak keluyuran, tidak bolos sekolah, serta tidak terlibat dalam tindakan yang dapat membahayakan diri mereka sendiri maupun orang lain. Anak-anak harus berada di lingkungan yang aman, positif, dan mendukung tumbuh kembang mereka," ujarnya.
Lebih lanjut, Miftahul Suadah menekankan bahwa masa depan anak dimulai dari hari ini. Oleh karena itu, peran semua pihak orang tua, sekolah, dan pemerintahsangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengawasi dan membimbing anak agar tetap berada di jalur yang benar.
Patroli gabungan DP3A Kabupaten Dompu dan Satpol PP ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak, aman, dan kondusif, terutama selama jam sekolah berlangsung.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran anak-anak akan pentingnya pendidikan semakin meningkat serta tercipta generasi Dompu yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan. (DT - Jun).


