Kedua korban diketahui bernama Mu'an dan Arok. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keduanya mengalami luka akibat terkena panah yang diduga dilepaskan oleh orang tak dikenal saat berada di lokasi kejadian. Akibat luka yang diderita, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut berbondong-bondong mencari informasi mengenai kondisi kedua korban. Hingga berita ini diturunkan, Mu'an dan Arok masih menjalani perawatan dan pemantauan oleh tim medis di RSUD Dompu.
Masyarakat yang memiliki hubungan keluarga maupun kerabat dengan kedua korban diimbau untuk mendatangi rumah sakit guna memberikan dukungan moril dan pendampingan selama proses pengobatan berlangsung.
Di sisi lain, muncul berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan pelaku. Berdasarkan keterangan awal yang beredar di sekitar lokasi kejadian, terduga pelaku disebut-sebut berasal dari wilayah Jado. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum adanya hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.
Warga berharap pihak kepolisian segera melakukan langkah cepat dan terukur untuk mengungkap pelaku beserta motif di balik aksi kekerasan tersebut. Mereka khawatir jika kasus serupa terus berulang tanpa adanya tindakan tegas, maka situasi keamanan dan ketertiban masyarakat akan semakin terganggu.
"Aksi panah seperti ini sudah sangat meresahkan. Masyarakat ingin hidup tenang dan merasa aman saat beraktivitas. Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar salah seorang warga yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Fenomena penggunaan panah dalam aksi kekerasan menjadi perhatian serius masyarakat karena berpotensi menimbulkan korban jiwa. Selain membahayakan keselamatan warga, tindakan tersebut juga dapat memicu konflik sosial apabila tidak segera ditangani secara profesional oleh aparat penegak hukum.
Masyarakat pun meminta seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga aparat keamanan untuk bersama-sama mencari solusi guna mencegah terulangnya aksi serupa. Pengawasan lingkungan, patroli rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri berbagai petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa penyerangan yang terjadi di wilayah Jado tersebut. Publik kini menantikan langkah cepat aparat dalam mengungkap pelaku agar rasa aman masyarakat dapat kembali terjaga. (DT - Jun).



