• Jelajahi

    Copyright © Media Online Dorobata News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kecelakaan Di Jalur Bima-Dompu Pick Up Angkut Sapi Tabrak Pejalan Kaki, Sopir Melarikan Diri, Senpi Rakitan Diamankan

    Dorobata News
    Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T07:14:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    BIMA, NTB Dorobatanews .net ~ Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Negara Lintas Bima-Dompu, tepatnya di RT 01 Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (10/8/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.


    Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil pick up yang mengangkut dua ekor sapi dengan seorang pejalan kaki. Insiden itu mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Beberapa korban bahkan dirujuk ke RSUD Bima karena mengalami luka yang cukup serius.


    Berdasarkan laporan awal Kepolisian Sektor (Polsek) Bolo, kecelakaan bermula ketika seorang perempuan bernama Itam Yasin (54), warga RT 11 Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, sedang berjalan kaki menuju rumah setelah membeli sayur di sekitar gang RT 01 Desa Sanolo.


    Saat korban berjalan di pinggir jalan dan berada di depan sebuah kios milik warga, dari arah Dompu menuju Bima melaju sebuah mobil pick up. Kendaraan tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi.


    Sesaat kemudian, kendaraan kehilangan kendali dan menabrak korban pejalan kaki. Mobil kemudian menghantam sebuah pohon waru hingga akhirnya berhenti.


    Akibat benturan tersebut, korban pejalan kaki terlempar sekitar tiga meter dari lokasi benturan. Sementara seorang penumpang yang berada di bagian depan kendaraan mengalami luka setelah tubuhnya terjepit di dalam mobil.


    Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban untuk mendapatkan penanganan medis.


    Namun, pengemudi mobil pick up yang diketahui bernama Muslim (45), warga Desa Woro, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, dilaporkan meninggalkan kendaraan dan melarikan diri dari lokasi kejadian.


    Tiga Orang Mengalami Luka. Selain korban pejalan kaki, dua orang yang berada di dalam mobil pick up juga mengalami luka.


    Penumpang yang duduk di samping pengemudi diketahui bernama Abdillah (32), seorang petani asal Desa Tolo Uwi, Kecamatan Monta. Ia mengalami luka pada bagian kepala dan kaki akibat terjepit kendaraan.


    Sementara penumpang yang berada di bak belakang bernama Syamsudin (35), petani asal Dusun Nggaro, Desa Tolo Uwi, Kecamatan Monta. Syamsudin mengalami luka pada bagian kepala dan kaki serta dilaporkan belum sadarkan diri.


    Adapun Itam Yasin selaku pejalan kaki mengalami luka retak pada bagian belakang kepala, luka pada bagian mulut, serta beberapa gigi patah. Korban kemudian mendapatkan perawatan dan dirujuk ke RSUD Bima.


    Para korban sebelumnya dievakuasi ke RSUD Sondosia untuk mendapatkan pertolongan medis.


    Polisi Temukan Senjata Api Rakitan. Peristiwa kecelakaan tersebut kemudian berkembang setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pick up yang ditinggalkan pengemudinya.


    Polisi menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan sebagai barang bukti. Di antaranya sebuah senjata api rakitan laras pendek beserta satu butir amunisi, satu laras panjang yang diduga dapat digunakan untuk merakit senjata api, dua buah parang, serta satu unit telepon seluler berwarna hitam.


    Penemuan senjata api rakitan tersebut menjadi perhatian aparat karena kepemilikan dan asal-usul barang tersebut masih harus didalami melalui proses penyelidikan.


    Polisi juga akan melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa pemilik senjata api rakitan tersebut, dari mana senjata diperoleh, serta untuk kepentingan apa senjata tersebut dibawa dalam kendaraan.


    Dua Ekor Sapi Ikut Diamankan.  Selain membawa sejumlah penumpang, mobil pick up tersebut juga mengangkut dua ekor sapi berwarna hitam.


    Dalam pemeriksaan awal, satu ekor sapi ditemukan telah mati. Kondisi sapi tersebut menjadi salah satu hal yang turut didalami aparat, termasuk mengenai asal-usul dan kepemilikan hewan ternak yang dibawa menggunakan kendaraan tersebut.


    Polisi belum menyimpulkan bahwa sapi tersebut merupakan hasil tindak pidana. Dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman dan pembuktian lebih lanjut melalui penyelidikan.


    Aparat akan mencocokkan informasi terkait kepemilikan sapi dengan laporan kehilangan ternak yang kemungkinan terjadi di wilayah sekitar.


    Polisi Lakukan Olah TKP dan Amankan Barang Bukti. Pasca kejadian, personel Polsek Bolo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, membantu proses evakuasi korban, serta mengamankan kendaraan dan sejumlah barang yang ditemukan di dalamnya.


    Polisi juga telah berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Bima untuk penanganan lebih lanjut terhadap kecelakaan tersebut.


    Saksi yang dimintai keterangan di antaranya **Wahyudin (46), seorang anggota TNI yang berdomisili di RT 01 Desa Sanolo, serta Arbiah (36), penjual sayur yang juga merupakan warga Desa Sanolo.


    Keterangan para saksi diperlukan untuk memperjelas rangkaian kejadian, termasuk posisi korban sebelum kecelakaan, kecepatan kendaraan, serta kondisi pengemudi sesaat sebelum kendaraan kehilangan kendali.


    Sopir Masih Dicari. Hingga laporan awal dibuat, pengemudi mobil pick up yang meninggalkan kendaraan pascakecelakaan masih dalam pencarian.


    Polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang yang masih menjalani perawatan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan.


    Selain aspek kecelakaan lalu lintas, aparat berpotensi melakukan penyelidikan lanjutan terkait temuan senjata api rakitan dan asal-usul dua ekor sapi yang diangkut kendaraan tersebut.


    Kepolisian menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Status hukum pihak-pihak yang berkaitan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti, serta perkembangan penyidikan.


    Sementara itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Bolo dilaporkan tetap kondusif dan terkendali.


    Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pengemudi atau memiliki informasi terkait kendaraan, senjata api rakitan, maupun asal-usul dua ekor sapi tersebut agar menyampaikannya kepada aparat untuk membantu proses penyelidikan.


    Informasi mengenai dugaan sapi hasil curian dan kepemilikan senjata api rakitan masih merupakan bagian dari temuan awal kepolisian dan belum dapat dinyatakan sebagai fak

    ta pidana sebelum dibuktikan melalui proses hukum. ( DT - 001).


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini