Bukan sekadar seremoni, kegiatan tersebut menjadi panggung kebersamaan masyarakat Dompu dalam menghidupkan kembali semangat perjuangan 1945. Di tengah ribuan peserta, Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., tampil langsung mengikuti rute gerak jalan hingga garis finis.
Kehadiran Bupati di barisan peserta menjadi perhatian tersendiri. Ia tidak hanya melepas kegiatan dari balik panggung kehormatan, tetapi ikut berjalan bersama masyarakat, aparatur pemerintah, guru, camat, pemerintah desa, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ribuan peserta bergerak dalam suasana penuh semangat. Beragam kelompok tampil dengan atribut dan perlengkapan masing-masing, menjadikan sepanjang rute gerak jalan dipenuhi warna, kreativitas, dan energi kebangsaan.
Gerak jalan 17 kilometer itu sekaligus menjadi pesan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan gerak nyata. Bagi pemerintah daerah, semangat tersebut tidak cukup berhenti pada slogan, tetapi harus diterjemahkan melalui kerja, kedisiplinan, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Bambang Firdaus memilih ikut berjalan hingga finis sebagai bentuk keteladanan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebugaran. Jalan kaki, selain sederhana dan mudah dilakukan, merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat mendukung pola hidup sehat apabila dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan.
Pesan kesehatan tersebut menyatu dengan semangat peringatan kemerdekaan. Masyarakat diajak tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan kemeriahan, tetapi juga membangun kualitas hidup yang lebih baik.
"Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk bergerak bersama. Kita ingin masyarakat Dompu sehat, produktif, kompak, dan memiliki semangat yang sama untuk membangun daerah," demikian pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Dari rute awal hingga garis finis, antusiasme peserta tidak surut. Jarak 17 kilometer justru menjadi simbol daya juang dan kekompakan masyarakat Dompu dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Aparatur sipil negara, tenaga pendidik, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat berada dalam satu barisan tanpa sekat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi kesempatan bagi Kabupaten Dompu untuk memperkuat tekad pembangunan daerah. Semangat kebersamaan yang lahir dari kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah peserta mencapai garis finis, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sosial dan pembangunan.
Bupati Bambang Firdaus mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dompu menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi bagi daerah.
"Mari kita rayakan kemerdekaan dengan semangat 1945. Bergerak bersama, menjaga kesehatan, memperkuat persatuan, dan bekerja untuk Dompu yang semakin maju," menjadi pesan yang menggambarkan semangat kegiatan tersebut.
Gerak jalan 17 kilometer akhirnya bukan hanya tentang jarak yang ditempuh. Di balik langkah ribuan peserta, terselip pesan tentang persatuan, kesehatan, keteladanan, dan tekad membangun daerah.
Dari Dompu, semangat 1945 kembali dikobarkan. bergerak bersama untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, serta Dompu yang semakin maju dan terdepan. (DT - Jun).


