Kegiatan mengusung tema "Indahnya Harmoni Dalam Keberagaman, Sadar Budaya Daerah Demi Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat."
Pentas tersebut melibatkan sejumlah organisasi dan paguyuban masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kesenian khas daerah masing-masing.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Maluk Muliadi, S.P., Kapolsek Maluk AKP Ery Armunanto, Danramil Sekongkang-Maluk Kapten Lalu Maryadi Akbar, Sekcam Maluk Sudirman, S.H., M.H., serta para kepala desa se-Kecamatan Maluk.
Dari unsur LATS turut hadir Ketua LATS Kecamatan Maluk H. Jhon Rayes, S.AP., Sekretaris LATS Kecamatan Maluk Mujahidin, S.E., Ak., bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat Kecamatan Maluk.
Beragam Seni Tradisional Tampil di Panggung Maluk. Pentas seni tersebut menghadirkan beragam kesenian daerah sebagai gambaran keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan di Kecamatan Maluk.
LATS menampilkan tarian khas Sumbawa sebagai representasi budaya masyarakat Samawa.
Sementara Ikatan Keluarga Bima-Dompu (IKBD) tampil membawa seni tradisional Tari Muna ro Mbedi, kesenian khas Bima-Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Penampilan Tari Muna ro Mbedi berada di bawah asuhan Junari, S.Pd., selaku Koordinator Kesenian IKBD. Melalui penampilan tersebut, IKBD turut memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Bima-Dompu kepada masyarakat Maluk.
Selain itu, BATAK menampilkan seni budaya khas Sumatera Utara, IKJ membawa kesenian khas Jawa, KKSS memperkenalkan seni budaya masyarakat Sulawesi Selatan, sementara FLOBAMORA menampilkan kesenian khas Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masyarakat Larut dalam Tarian. Suasana semakin semarak ketika sejumlah tarian ditampilkan di hadapan masyarakat. Antusiasme penonton bahkan membuat sebagian masyarakat secara spontan meminta untuk ikut berpartisipasi dalam tarian.
Masyarakat kemudian bergabung bersama para penampil dan menari di area pertunjukan. Momen tersebut menciptakan suasana penuh keakraban sekaligus memperlihatkan bahwa seni dan budaya mampu menjadi ruang interaksi yang menyatukan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.
Budaya sebagai Perekat Kebersamaan. Ketua LATS Kecamatan Maluk H. Jhon Rayes, S.AP., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan seni budaya daerah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
Melalui pentas tersebut, setiap organisasi dan paguyuban tidak hanya menampilkan identitas budaya masing-masing, tetapi juga memperlihatkan wajah keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis di Kecamatan Maluk.
Pentas Seni dan Budaya LATS Kemutar Telu Maluk diharapkan dapat menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus sarana memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah sebagai bagian dari pengembangan pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat.
Keberagaman yang ditampilkan malam itu menjadi pesan bahwa perbedaan budaya , melainkan kekayaan yang dapat memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat di Maluk. (DT - Agus).


