Melalui kegiatan sosialisasi dan lomba STBM di Desa Mantun, Kecamatan Maluk, masyarakat diajak meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Dalam penyampaiannya, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa lomba STBM bertujuan menghidupkan kembali kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat.
Sementara itu, kepala desa mengarahkan agar penerapan STBM dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, mulai dari membiasakan penggunaan jamban sehat, menjaga kebersihan rumah dan saluran lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, hingga mengelola sampah serta limbah rumah tangga dengan benar.
Masyarakat juga diharapkan saling mengingatkan dan bergotong royong agar penerapan lima pilar STBM tidak hanya dilakukan saat perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Lima pilar utama STBM meliputi:
Stop buang air besar sembarangan.
Mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.
Mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman.
Membuang dan mengelola sampah dengan benar.
Mengelola limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri Camat Maluk, Heru Sudriansyah, S.Pd., M.Pd., Babinsa Desa Mantun Serda Lalu Suhirman, Bhabinkamtibmas Bripka Ramli, perwakilan BPBD Kabupaten Sumbawa Barat Wawan Trianto, perwakilan Kecamatan Maluk Nira Anggari, Kabid SDA Marwoto, perwakilan SDN 3 Maluk Sudi Rahman, S.Pd., insan pers Agus Salim, para kepala desa se-Kecamatan Maluk, Ketua BPD Hj. Nursim, Ketua AGR se-Kecamatan Maluk, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan STBM membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Sanitasi bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan kepedulian bersama demi melindungi kesehatan dan masa depan generasi mendatang.
STBM bukan sekadar perlombaan, tetapi gerakan perubahan.
Keberhasilannya tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, melainkan dari kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, melindungi keluarga, dan merawat lingkungan secara berkelanjutan.
Sebab, desa yang bermartabat adalah desa yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga mampu memberikan kehidupan yang sehat dan layak bagi seluruh warganya.
Desa Mantun: Bersama menjaga sanitasi, merawat kesehatan, dan membangun masa depan yang lebih baik. ( DT - Agus).


