Dompu, Dorobatanews.net ~ Aliansi Barisan Kekuatan Rakyat (BAKAR) Dompu kembali menunjukkan sikap tegasnya terhadap praktik perbankan yang dinilai menyimpang dari prinsip kehati-hatian. Pada Senin siang, massa aksi mendatangi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Dompu dan mendesak pihak bank untuk bertanggung jawab atas sejumlah dugaan pelanggaran serius yang merugikan nasabah. (29/12).
Dalam pernyataan sikapnya, BAKAR Dompu menegaskan bahwa perbankan, sebagai lembaga keuangan negara, wajib menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat dengan berasaskan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat. Namun realitas yang terjadi di BRI Cabang Dompu justru dinilai bertolak belakang dengan amanat tersebut.
"Fungsi utama perbankan adalah menunjang pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak. Tetapi apa yang dilakukan BRI Cabang Dompu hari ini hanyalah mimpi buruk bagi masyarakat," tegas perwakilan BAKAR Dompu dalam orasinya.
Tuduhan Arogansi dan Ketidakberpihakan pada Nasabah
BAKAR Dompu menilai pimpinan BRI Cabang Dompu telah gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin lembaga keuangan milik negara. Sikap pimpinan cabang dinilai arogan, tertutup, dan sama sekali tidak menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan nasional maupun perlindungan nasabah.
"BAKAR hadir untuk menggugah hati pimpinan BRI Cabang Dompu yang kami anggap telah mati rasa terhadap penderitaan nasabah. Bank seharusnya melindungi, bukan justru menghilangkan hak - hak rakyat," ujar salah satu orator aksi.
Tiga Tuntutan Tegas BAKAR Dompu
Dalam petisi resmi yang disampaikan, BAKAR Dompu menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pimpinan BRI Cabang Dompu dan Pimpinan Wilayah (Pinwil) BRI, yaitu:
1. Menuntut pimpinan BRI Cabang Dompu segera mengembalikan uang nasabah yang diduga sengaja dihilangkan dan hingga kini belum ada kejelasan penyelesaiannya.
2. Mendesak Pimpinan Wilayah (Pinwil) BRI untuk melakukan pengecekan ulang terhadap pemecatan dan penarikan karyawan yang dilakukan secara tidak prosedural, sepihak, serta terkesan dipaksakan oleh pimpinan cabang.
3. Mendesak Pinwil BRI segera melakukan audit internal dan eksternal terhadap pimpinan cabang BRI Dompu, khususnya bagian SPO dan SDM, karena diduga kuat terdapat indikasi praktik mark up serta pemalsuan nota dan angka yang dilakukan secara terstruktur oleh pimpinan cabang beserta jajarannya.
Pimpinan Cabang Dinilai Menghindar dari Massa Aksi
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, pimpinan BRI Cabang Dompu belum menemui massa aksi, meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan untuk melakukan dialog terbuka. Sikap tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pihak bank tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara transparan dan bertanggung jawab.
"Kami menilai pimpinan cabang sengaja menghindar. Ini adalah bentuk pembangkangan moral dan pelecehan terhadap suara rakyat," tegas BAKAR Dompu.
Ancaman Aksi Lanjutan.
BAKAR Dompu menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak BRI, baik di tingkat cabang maupun wilayah, maka aksi lanjutan dengan eskalasi lebih besar akan kembali digelar.
"Salam pembebasan Kami tidak akan berhenti sampai keadilan bagi nasabah benar - benar ditegakkan," tutup pernyataan sikap BAKAR Dompu. (DT - 001).

Posting Komentar
0Komentar