Kempo, Proyek revitalisasi SDN 05 Kempo yang digelontorkan melalui dana APBN tahun 2025 sebesar Rp 1.520.700.000,- menuai beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, pembangunan yang mencakup pembangunan ruang kelas baru, toilet, UKS, ruang administrasi, dan rehabilitasi beberapa fasilitas lama dipandang sebagai langkah maju untuk memajukan pendidikan di Desa Tolo Kalo, Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu NTB. Namun di sisi lain, muncul sejumlah kecaman dari sebagian warga yang menilai pelaksanaan proyek ini tidak sepenuhnya transparan dan terkesan janggal.
Program revitalisasi ini sendiri merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga dalam membenahi infrastruktur sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan.
Proyek Menuai Pro-Kontra di Tengah Masyarakat
Kecaman terhadap pembangunan ini mencuat dari beberapa warga yang mempertanyakan mekanisme pelaksanaan proyek. Sejumlah masyarakat menilai, meski anggaran yang dikucurkan tergolong besar, namun keterlibatan warga dalam pengawasan proyek dinilai minim. Bahkan, beberapa pihak menyuarakan kecurigaan terkait pelaksanaan teknis yang disebut-sebut dilakukan secara tertutup.
"Anggaran miliaran rupiah itu seharusnya dikelola secara terbuka. Tapi kami tidak pernah dilibatkan atau diberi ruang untuk terlibat aktif. Kegiatan pembangunan seolah berjalan diam-diam, dan ini yang menimbulkan kecurigaan," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, warga juga menyayangkan kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah maupun pelaksana proyek mengenai program pembangunan ini.
"Kami tahu-tahu lihat pembangunan jalan, tapi penjelasan resminya tidak pernah ada ke publik. Sosialisasi minim, lalu ketika masyarakat mempertanyakan, justru dianggap mengganggu," imbuhnya.
Kepala Sekolah Tanggapi Kecaman: "Kami Terbuka dan Siap Dikritik"
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 05 Kempo, Sahriah, S.Pd, memberikan klarifikasi tegas. Ia membenarkan bahwa proyek revitalisasi tersebut mencakup pembangunan 7 lokal baru, ruang administrasi, ruang UKS, dan satu paket toilet. Namun ia menekankan bahwa pelaksanaan proyek bukan berada di bawah kendali penuh sekolah, melainkan dijalankan langsung oleh pengawas dari P2SP dan pengawas independen.
"Pembangunan ini tidak langsung dikelola oleh sekolah. Kami hanya sebagai pihak penerima manfaat. Pelaksana teknisnya adalah tim pengawas P2SP, yang juga merupakan warga Tolokalo, dan mereka bekerja sama dengan pengawas independen. Jadi semua ada prosedur dan pengawasannya," jelas Sahriah saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia juga menegaskan bahwa selama kegiatan proyek berlangsung, tidak ada teguran atau protes resmi dari masyarakat. Namun pihak sekolah tetap terbuka terhadap kritik dan siap apabila harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum jika ditemukan adanya pelanggaran.
"Kami tidak menutup diri. Bila memang ada kejanggalan, silakan masyarakat sampaikan secara resmi atau konfirmasi langsung di lapangan. Saya siap bertanggung jawab sebagai kepala sekolah dan penanggung jawab moral dari proyek ini," lanjutnya.
Harapan Bangunan Berkualitas dan Dukungan Warga
Sahriah juga menambahkan bahwa dengan nilai proyek yang cukup besar, sudah seharusnya masyarakat ikut serta memantau, tidak hanya menilai dari luar. Ia berharap masyarakat dan media bersedia terjun langsung ke lokasi pembangunan untuk memastikan informasi yang beredar tidak simpang siur.
"Harapan saya, masyarakat bisa melihat sendiri proses pembangunannya. Jangan hanya menilai dari angka anggaran yang terlihat besar. Kita harus sama-sama memastikan bahwa hasil proyek ini benar-benar bermanfaat bagi siswa dan lingkungan sekolah," tutupnya.
Komite dan Dinas Pendidikan Dukung Penuh Proyek
Ketua Komite SDN 05 Kempo, Sukardin, SE, juga mengungkapkan dukungan penuh terhadap program pembangunan tersebut. Ia menilai revitalisasi ini menjawab kebutuhan nyata sekolah yang selama ini kekurangan ruang kelas dan fasilitas penunjang.
"Sekarang SDN 05 Kempo menjadi sekolah yang lebih layak. Kami harap pembangunan ini bisa menyelesaikan masalah yang sudah lama kami rasakan, termasuk ruang belajar yang sempit dan fasilitas penunjang yang kurang memadai," ujarnya.
Senada, Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu melalui pernyataan resmi menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bentuk pemerataan sarana pendidikan agar semua sekolah di wilayah Dompu mendapatkan fasilitas yang memadai.
Rincian Proyek Revitalisasi SDN 05 Kempo:
Rehabilitasi 6 ruang kelas
Pembangunan baru 3 ruang kelas
Pembangunan toilet
Pembangunan ruang UKS
Pembangunan ruang administrasi
Rehabilitasi ruang perpustakaan
Total Anggaran: Rp 1.520.700.000
Sumber Dana: APBN
Masa Pelaksanaan: 120 hari kalender
Nomor PKS: 20279.9/C3.2/BP2.01/VIII/PKS/2025
Meskipun sempat diwarnai dinamika, proyek revitalisasi SDN 05 Kempo diharapkan bisa rampung tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan di Kecamatan Kempo. Pemerintah dan pihak sekolah berharap, ke depan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pembangunan bisa ditingkatkan untuk menciptakan kolaborasi yang sehat antara pemerintah, sekolah, dan warga.
"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita kawal dan dukung dengan semangat membangun, bukan saling mencurigai.". (001).

Posting Komentar
0Komentar