HU'U, Dorobatanews.net – Suasana tenang di kawasan perladangan So Prafu, Dusun Wawo, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, mendadak berubah haru pada Senin pagi. Seorang petani bernama Nurdin, berusia 60 tahun, ditemukan telah meninggal dunia di bawah sebuah pohon tempat ia sebelumnya beristirahat. Kejadian ini mengejutkan warga setempat, terutama rekan-rekan yang berangkat bersamanya untuk membersihkan lahan. (17/11).
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan berdomisili di Desa Cempi Jaya itu berangkat menuju ladang sekitar pukul 07.30 WITA. Ia ditemani oleh dua orang saksi, yaitu Abdul Rifaid (39), seorang guru yang memiliki lahan jagung di lokasi tersebut, serta Muhamad Zakaria (65), petani yang juga tinggal di Dusun Wawo.
Setibanya di area perbukitan So Prafu, ketiganya langsung memulai aktivitas membersihkan lahan. Menjelang pukul 10.00 WITA, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit kepala hebat dan rasa pusing. Ia kemudian meminta izin kepada Abdul Rifaid untuk beristirahat di bawah sebuah pohon sambil menunggu obat, juga meminta agar dibelikan makanan.
Abdul Rifaid pun turun menuju perkampungan untuk membeli kebutuhan tersebut. Namun tak lama setelah ia kembali ke lokasi sekitar pukul 10.30 WITA, ia dikejutkan dengan kondisi Nurdin yang ditemukan tergeletak tak bergerak. Bersama saksi lain, mereka mencoba memeriksa keadaan korban dan memastikan bahwa ia telah meninggal dunia. Atas temuan tersebut, mereka segera melapor kepada perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.
Sekitar pukul 10.45 WITA, tim gabungan dari Babinsa dan Polsek Hu’u yang dipimpin Kapolsek Hu’u IPDA Samsul Rizal tiba di tempat kejadian untuk melakukan pengamanan lokasi. Tidak lama kemudian, Tim INAFIS Polres Dompu yang dipimpin Aipda Muriadan datang pada pukul 12.00 WITA untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan luar yang dilakukan INAFIS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah proses olah TKP selesai, jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Wawo menggunakan kendaraan pickup.
Pihak keluarga yang telah menerima kabar duka tersebut kemudian membuat surat pernyataan resmi pada pukul 13.20 WITA, menyatakan tidak keberatan atas kejadian tersebut dan menerima kematian Nurdin sebagai musibah tanpa tuntutan kepada pihak mana pun.
Sekitar pukul 14.00 WITA, jenazah almarhum dibawa menuju Soris Kolo, Kecamatan Woja, menggunakan mobil ambulans untuk proses pemakaman.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat kelelahan, diperberat oleh faktor usia serta riwayat penyakit sesak napas yang diketahui pernah diderita sebelumnya. Aktivitas berat saat membersihkan lahan di area perbukitan diperkirakan memperburuk kondisi fisiknya hingga menyebabkan korban tidak mampu bertahan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja lansia di daerah pertanian dan perbukitan, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan pekerjaan berat. Kejadian ini diharapkan menjadi pengingat penting bagi warga agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak fit. (DT - Agus).

Posting Komentar
0Komentar